museum geologi bandung
A. Peta
Lokasi Museum
Geologi Bandung
![]() |
Jl. Dipenogoro
No. 57 Bandung - 40122
Jawa Barat, Indonesiatelepon fax : +62 22 7203205 e-mail : website : messenger : Koordinat GPS : Latitude = -6.899906 Longitude = 107.620718 |
Fasilitas :
Geologi Indonesia
Sejarah Indonesia
Geologi untuk kehidupan manusia
Geologi Indonesia
Sejarah Indonesia
Geologi untuk kehidupan manusia
B.
Sekilas Sejarah Berdirinya
Museum Geologi
Museum ini didirikan pada
tanggal 16 Mei 1928. Museum ini direnovasi dengan dana bantuan dari JICA (Japan
International Cooperation Agency). Museum Geologi letaknya di Jalan Diponegoro,
tidak jauh dari Gedung Sate. Dari sini dapat diperoleh berbagai informasi yang
berhubungan dengan masalah kegeologian. Di antara benda-benda yang menjadi
koleksinya adalah fosil tengkorak manusia pertama di dunia , fosil-fosil
kerangka binatang pra-sejarah, batu bintang seberat 156 kg yang jatuh pada 30
Maret 1884 di Jatipelangon, Madiun. Sebagai sebuah monumen bersejarah, museum
ini dianggap sebagai peninggalan nasional dan berada di bawah perlindungan
pemerintah. Museum ini menyimpan dan mengelola materi geologi yang berlimpah,
seperti fosil, batuan, mineral, yang dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak
1850.
Buka Setiap hari dari pukul
9.00 sampai Pukul 15.00 Kecuali Hari Jum'at Libur dan hari libur nasional
Mengenai tarif, museum yang diresmikan tahun 1929 oleh pemerintah Hindia Belanda ini menerapkan biaya Rp 2.000 untuk umum dan Rp 1.500 untuk pelajar. Bila datang dengan rombongan, pelajar hanya dikenai Rp 1.000. MGB buka dari Senin hingga Kamis antara jam 09.00-15.00 WIB, sedangkan Sabtu dan Minggu setiap pukul 09.00-13.00 WIB. Khusus hari Jumat dan hari libur nasional tutup. "Museum ini tutup karena kami juga perlu merawat benda-benda koleksi di sini.”
Mengenai tarif, museum yang diresmikan tahun 1929 oleh pemerintah Hindia Belanda ini menerapkan biaya Rp 2.000 untuk umum dan Rp 1.500 untuk pelajar. Bila datang dengan rombongan, pelajar hanya dikenai Rp 1.000. MGB buka dari Senin hingga Kamis antara jam 09.00-15.00 WIB, sedangkan Sabtu dan Minggu setiap pukul 09.00-13.00 WIB. Khusus hari Jumat dan hari libur nasional tutup. "Museum ini tutup karena kami juga perlu merawat benda-benda koleksi di sini.”
C. Sekilas Museum Geologi
Museum geologi
awalnya berfungsi sebagai laboratorium dan tempat penyimpanan hasil
penyelidikan geologi dan pertambangan dari berbagai wilayah Indonesia lalu
berkembang lagi bukan saja sebagai sarana penelitian namun berfungsi pula
sebagai sarana pendidikan, penyedia berbagai informasi tentang ilmu kebumian
dan objek pariwisata. Pergeseran fungsi museum seirama dengan kemajuan
teknologi adalah menjadikan museum geologi sebagai :
·
Tempat pendidikan luar sekolah
yang berkaitan dengan bumi dan usaha pelestariannya.
·
Tempat orang melakukan kajian
awal sebelum penelitian lapangan. Dimana Museum Geologi sebagai pusat informasi
ilmu kebumian yang menggambarkan keadaan geologi bumi Indonesia dalam
bentuk kumpulan peraga.
·
Objek geowisata yang menarik.
Museum Geologi
terbagi menjadi beberapa ruang pamer yang menempati lantai I dan II.
Lantai I
Terbagi menjadi
3 ruang utama : Ruang orientasi di bagian tengah, Ruang Sayap Barat dan Ruang
Sayap Timur.
Ruang Orientasi
Berisi peta
geografi Indonesia
dalam bentuk relief layar lebar yang menayangkan kegiatan geologi dan museum
dalam bentuk animasi, bilik pelayanan informasi museum serta bilik pelayanan
pendidikan dan penelitian.
Ruang Sayap Barat
Dikenal sebagai
Ruang Geologi Indonesia,
yang terdiri dari beberapa bilik yang menyajikan informasi tentang:
·
Hipotesis terjadinya bumi di
dalam sistem tata surya.
·
Tatanan tektonik regional yang
membentuk geologi Indonesia;
diujudkan dalam bentuk maket model gerakan lempeng-lempeng kulit bumi aktif.
·
Keadaan geologi sumatera,Jawa, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara serta Irian Jaya.
Selain maket dan
panel-panel informasi, masing-masing bilik di ruangan ini juga memamerkan
beragam jenis batuan (beku, sedimen, malihan) dan sumber daya mineral yang ada
di setiap daerah.Dunia batuan dan mineral menempati bilik di sebelah baratnya,
yang memamerkan beragam jenis batuan, mineral dan susunan kristalografinya
dalam bentuk panel dan peraga asli. Masih di dalam ruangan yang sama, dipamerkan
kegiatan penelitian geologi Indonesia
termasuk jenis-jenis peralatan/perlengkapan lapangan, sarana pemetaan dan
penelitian serta hasil akhir kegiatan seperti peta (geolologi, geofisika,
gunung api, geomorfologi, seismotektonik dan segalanya) dan publikasi-publikasi
sebagai sarana pemasyarakan data dan informasi geologi Indonesia.
Ujung ruang sayap barat adalah ruang kegunung apian, yang mempertunjukkan
keadaan beberapa gunung api aktif di Indonesia
seperti : Tangkuban Perahu, Krakatau,
Galunggung, Merapi dan Batu. Selain panel-panel informasi ruangan ini
dilengkapi dengan maket kompleks Gunung api Bromo-Kelut-Semeru. Beberapa contoh
batuan hasil kegiatan gunung api tertata dalam lemari kaca.
Ruang
Sayap Timur
Ruangan yang
mengambarkan sejarah pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, dari primitif
hingga moderen, yang mendiami planet bumi ini dikenal sebagai ruang sejarah
kehidupan.
Panel-panel gambar yang menghiasi dinding ruangan diawali dengan informasi tentang keadaan bumi yang terbentuk sekitar 4,5 milyar tahun lalu, dimana makhluk hidup yang paling primitifpun belum ditemukan. Beberapa milyar tahun sesudahnya, disaat bumi sudah mulai tenang, lingkungannya mendukung perkembangan beberapa jenis tumbuhan bersel-tunggal, yang keberadaan terekam dalam bentuk fosil.
Panel-panel gambar yang menghiasi dinding ruangan diawali dengan informasi tentang keadaan bumi yang terbentuk sekitar 4,5 milyar tahun lalu, dimana makhluk hidup yang paling primitifpun belum ditemukan. Beberapa milyar tahun sesudahnya, disaat bumi sudah mulai tenang, lingkungannya mendukung perkembangan beberapa jenis tumbuhan bersel-tunggal, yang keberadaan terekam dalam bentuk fosil.
Reptilia
bertulang-belakang berukuran besar yang hidup menguasai Masa Mesozoikum Tengah
hingga Akhir (210-65 juta tahun lalu) diperagan dalam bentuk replika fosil
Tyrannosaurus Rex Osborn (Jenis kadal buas pemakan daging) yang panjangnya
mencapai 19 m, tinggi 6,5 m dan berat 8 ton.Kehidupan awal di bumi yang dimulai
sekitar 3 milyar tahun lalu selanjutnya berkembang dan berevolusi hingga
sekarang. Jejak evolusi mamalia yang hidup pada Jaman Tersier (6,5-1,7 juta
tahun lalu) dan Kuarter (1,7 juta tahun lalu hingga sekarang) di Indonesia
terekam baik melalui fosil-fosil binatang menyusui (gajah, badak, kerbau, kuda
nil) dan hominid yang ditemukan pada lapisan tanah di beberapa tempat khususnya
di Pulau Jawa. Kumpulan fosil tengkorak manusia-purba yang ditemukan di Indonesia (Homo
erectus P. VIII) dan di beberapa tempat lainnya di dunia terkoleksi dalam
bentuk replikanya. Begitu pula dengan artefak yang dipergunkan, yang mencirikan
perkembangan kebudayaan-purba dari waktu ke waktu.Penampang stratigrafi sedimen
Kuarter daerah Sangira, Trinil dan Mojokerto (Jawa Timur) yang sangat berarti
dalam pengungkap sejarah dan evolusi manusia-purba diperagakan dalam bentuk
panel dan maket. Sejarah pembentukan Danau Bandung yang melegenda ditampilkan
dalam bentuk panel di ujung ruangan. Fosil ular dan ikan yang ditemukan pada
lapisan tanah bekas Danau Bandung serta artefak diperagakan dalam bentuk
aslinya. Artefak yang terkumpul dari beberapa tempat di pinggiran Danau Bandung
menunjukkan bahwa sekitar 6000 tahun lalu danau tersebut pernah dihuni oleh
manusia prasejarah.Informasi lengkap tentang fosil dan sisa-sisa kehidupan masa
lalu ditempatkan pada bilik tersendiri di Ruang Sejarah Kehidupan. Informasi
yang disampaikan diantaranya adalah proses pembentukan fosil, termasuk batubara
dan minyak bumi, selain keadaan lingkungan-purba.
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lantai
II
Terbagi menjadi 3 ruangan utama: ruang barat, ruang tengah dan ruang timur.
Terbagi menjadi 3 ruangan utama: ruang barat, ruang tengah dan ruang timur.
Ruang barat
Dipakai oleh staf museum.
Dipakai oleh staf museum.
Sementara ruang
tengah dan ruang timur di lantai II yang digunakan untuk peragaan dikenal
sebagai ruang geologi untuk kehidupan manusia.
Temuan terbaru
itu didapat Tim Vertebrata
Museum Geologi
dan University
of Wolongong, Australia,
pada 24 Maret lalu di Blora, Jawa Tengah. Masih diperlukan tiga hingga empat
tahun lagi untuk menyusun rangka itu secara utuh hingga bisa berdiri.
Menurut Kepala
Museum Geologi Yunus Kusumabrata, lamanya penyusunan itu karena seluruh fosil
harus diteliti dan dirawat untuk diperbaiki kerusakannya.
Proses itu,
selain dikerjakan hati-hati, membutuhkan dana besar hingga miliaran rupiah.
"Anggaran kami tidak ada, sehingga harus cari sponsor dari luar,"
katanya.
Enam fosil,
seperti rangka kaki, paha, dan belikat gajah purba itu diletakkan di lantai
dekat pintu masuk museum. Sebagian besar masih dibungkus gips putih untuk
melindungi fosil saat dibawa dari lokasi ke Bandung.
Pagar kayu
menjaga jarak pengunjung dengan fosil yang dikelilingi sepasang patung manusia
purba, macan, dan rusa. Menurut Yunus, pameran terkait hari jadi Museum Geologi
ke-80 tahun itu akan berlangsung hingga 29 Mei.
Fosil gajah
purba yang diduga berjenis Elephas hysudrindicus itu berumur plitosen
tengah hingga akhir, yaitu sekitar 800 ribu sampai 200 ribu tahun lalu. Dengan
tinggi 3 meter, Elephas hysudrindicus lebih besar dibanding gajah Elephas
maximus yang masih hidup sampai sekarang.
Di lereng tebing
Dusun Sunggun, Desa Mendalem, Kecamatan Kradenan, Blora, Jawa Tengah, fosil
gajah purba itu ditemukan dalam kondisi lengkap.
Para peneliti menilai temuan
ini luar biasa karena biasanya fosil sering tak utuh. Selama penggalian
Maret-Mei, baru 90 persen fosil yang bisa diangkat dan dibawa ke Museum
Geologi.

Ruang Tengah.
Berisi maket
pertambangan emas terbesar di dunia, yang terletak di Pegunungan Tengan Irian
Jaya. Tambang terbuka Gransberg yang mempunyai cadangan sekitar 1,186 milyar
ton; dengan kandungan tembaga 1,02%, emas 1,19 gram/ton dan perak 3 gram/ton.
Gabungan beberapa tambang terbuka dan tambang bawah tanah aktif di sekitarnya
memberikan cadangan bijih sebanyak 2,5 milyar ton. Bekas Tambang Ertsberg
(Gunung Bijih) di sebelah tenggara Grasberg yang ditutup pada tahun 1988
merupakan situs geologi dan tambang yang dapat dimanfaatkan serta dikembangkan
menjadi objek geowisata yang menarik. Beberapa contoh batuan asal Irian Jaya
(Papua) tertata dan terpamer dalam lemari kaca di sekitar maket. Miniatur
menara pemboran minyak dan gas bumi juga diperagakan di sini.

Ruang Timur
Terbagi menjadi
7 ruangan kecil, yang kesemuanya memberikan informasi tentang aspek positif dan
negatif tataan geologi bagi kehidupan manusia, khususnya di Indonesia.

·
Ruang 1 menyajikan informasi
tentang manfaat dan kegunaan mineral atau batu bagi manusia, serta panel gambar
sebaran sumber daya mineral di Indonesia.
·
Ruang 2 menampilkan rekaman
kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya mineral.
·
Ruang 3 berisi informasi
tentang pemakaian mineral dalam kehidupan sehari-hari, baik secara tradisional
maupun moderen.
·
Ruang 4 menunjukkan cara
pengolahan dan pengelolaan komoditi mineral dan energi.
·
Ruang 5 memaparkan informasi
tentang berbagai jenis bahaya geologi (aspek negatif) seperti tanah longksor,
letusas gunung api dan sebagainya.
·
Ruang 6 menyajikan informasi
tentang aspek positif geologi terutama berkaitan dengan gejala kegunung apian.
·
Ruang 7 menjelaskan tentang
sumber daya air dan pemanfaatannya, juga pengaruh lingkungan terhadap
kelestarian sumber daya tersebut.
![]() |
![]() ![]() |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|












